Jargon NTT Bangkit dan Sejahtera Ternyata Sangat Relevan Dengan Realitas Kehidupan Kekinaan diTengah Covid 19 ini.
Kegalauan masyarakat NTT dalam menghadapi Covid 19 semakin tak menentu. Pandemi ini telah menyerang berbagai aspek sosial ekonomi bahkan dunia pendidikan. Tidak tertibnya masyarakat NTT terhadap protokol kesehatan menjadi bentuk keterpaksaan masyarakat sendiri karna terhimpit ekonomi. Walaupun berbagai bantuan dari pemerintah dalam menahan laju penyebaran Covid 19 namun pasar masih tetap ramai menjadi fakta yang tak terbantahkan.
Kebijakan pemerintah pusat akan PSBB disambut hangat oleh masyarakat namun ada sebagian yang mengkritik, hingga hadirnya Vaksin Sinovac kebijakan ini tetap masih berlaku. NTT memiliki psikologi sendiri dalam menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar dari pusat ini. Jargon NTT bangkit dan sejahtera yang dicanangkan oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat ini memiliki dampak sendiri terhadap psikologi masyarakat. Bangkit melawan Pandemi menjadi suatu keharusan bagi seluruh lapisan masyarakat ditanah Flobamora ini. Gubernur yang dilantik 5 September 2018 bersama dengan wakilnya Yoseph Naesoi ini merupakan pemimpin yang cerdas dalam membangun NTT. Jargon yang dihadirkan oleh politisi dari partai Nasdem menjadi suatu kesimpulan yang cerdas dalam melihat pembangunan yang dicanangkan olehb Gubernur-Gubernur sebelumnya. Bangkit dan Sejahtera tidak hanya bekerja namun perlu tertanam dalam pikiran kita bahwa kita harus Bangkit dan Sejahtera. Ketika kita melihat NTT dalam kacamata Historis maka pemimpin-pemimpin sebelumnya hanya mengandalkan pada slogan-slogan yang tertuju pada beberapa aspek dan penuh dengan kata kata membangun, namun psikologis masyarakat kadang tak terpikirkan. Psikologis sangat penting dalam membangun opini publik yang sangat memotivasi, kata "NTT bangkit dan sejahtera" sangat cocok dalam pembangunan diNTT. Dalam catatan masa lalu sebut saja kebijkan yang dihadirkan oleh W.J Lalamentik gubernur yang berasal Sulawesi Utara ini mengajukan Pembentukan wilayah kecamatan, gerakan penghijauan yang dinamakan operasi gerakan makmur menjadi langkah awal dalam membangun NTT. Kemudian dilanjutkan oleh Elias Tari, salah satu gubernur yang namanya diabadikan pada Bandara Udara ini mempunyai program Tanam, tanam sekali lagi tanam kalo bukan sekaran kapan lagi. Dr. Ben Mboi pun tak kala hebat dengan Gerakan Operasi Nusa Makmur (ONM), Operasi Nusa Hijau (ONH), Operasi Nusa Sehat (ONS), dan Operasi Beda Desa (OPD). Gubernur keempat H. Fernandes ini memiliki program tersendiri yaitu menggelorakan gerakan meningkatkan pendapatan asli daerah yang biasa dikenal dengan nama GEMPAR. Kemudian Herman Nusakabe dengan tujuh program strategisnya yaitu : Pengembangan sumber daya manusia, Penanggulangan kemiskinan, Pembangunan ekonomi, Pengembangan dan pemanfaatan IPTEK, Penataan ruang, Pengembangan sistem perhubungan dan Pengembangan kepariwisataan. Piet A. Tallo dengan program tiga batu tunggku Ekonomi rakyat, Kesehatan rakyat dengan mottonya mulailah membangun dengan apa yang dimiliki rakyat dan apa yang ada pada rakyat. Kemudian dilanjutkan oleh Frans Leburaya dengan Anggur merahnya dan motto terkenalnya yaitu Sehati sesuara membangun NTT baru.
Itulah salah satu aspek sejarah dalam kepemimpinan sebelumnya. Semuanya memiliki nilai manfaat tersendiri bagi jamannya. Sejarah bukan untuk masa lalu tapi untuk masa kini dan masa yang akan datang. Jargon NTT Bangkit dan Sejahtera menurut hemat penulis menjadi bukti sangat relevan dengan sejarah kepemimpinan sebelumnya dan pastinya menjadi bukti kecerdasan pemimpin sekarang dalam merangkum semua keinginan para pemimpin terdahulu. Hadirnya kebijakan Budidaya Kelor manjadi bukti terealisasinya program sebelumnya dari Gubernur Piet A. Tallo yaitu mulai membangun dari apa yang dimiliki rakyat dan apa yang ada pada rakyat. Demikian pula pada pengembangan pariwisata kelas dunia dipulau Komodo menjadi bukti juga akan terealisasikannya program Gubernur Herman Nusakabe yang salah satunya yaitu Pengembangan pariwisata.
Diera Pandemi ini jelas kalau kita melirik wacana Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat maka sangat manjur dalam memghadapi Covid 19 ini. Dengan mengkonsumsi Kelor pastinya sangat berdampak pada pengeluaran keuangan dan penutupan pulau Komodo menjadi sangat berarti karna dapat memutus mata rantai penyebaran Virus Covid 19. Walaupun hadirnya Vaksin Sinovac dan beberapa merek vaksin lainya namun kebijakan pemerintah akan pembatasan kerumunan masih terus berjalan maka masyarakat harus terus mewaspadai, khususnya masyarakat NTT perlu untuk mengantisipasi dengan tetap mengikuti Protokol kesehatan dan pastinya mengkonsumsi Kelor.
Komentar
Posting Komentar